Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan rambu-rambu yang jelas kepada para guru. Apa itu? Langkah-langkah yang harus dilakukan guru agar segera move on dari kebiasaan lama untuk sekadar mengajarkan konten saja. Nah, saatnya para guru untuk mengevaluasi, apakah sekarang sudah beranjak ke kompetensi atau masih setia dengan konten? Jika tidak maka anak didik akan ketinggalan. Coba kita intip satu persatu poin-poin yang dikehendaki oleh Kemendikbud. Pertama, pembelajaran yang diharapkan itu berpusat pada kebutuhan siswa bukan pada materi. Belajar untuk pemahaman konsep dan keterampilan bukan untuk belajar cakupan materi. Siswa mampu menunjukkan kinerja dengan menerapkan konsep bukan hanya mampu menjawab serangkaian pertanyaan berdasarkan topik. Mengaplikasikan langsung apa yang siswa dapat. Pembelajaran terkait dengan konteks kehidupan nyata siswa bukan pembelajaran yang tidak ada kaitannya dengan kehidupan siswa, sulit diaplikasikan dalam kehidupan siswa. Orientasi pada proses dan penguasaan kompetensi bukan fokus pada nilai akhir.

Dengan arahan tersebut, maka guru bisa melihat Kompetensi Dasar (KD) dan menurunkannya ke dalam indikator-indikator yang lebih detail. Memanfaatkan taksonomi bloom dan mengaitkannya dengan pembelajaran High Order Thinking skills, jangan sampai indikator yang diturunkan itu lebih rendah dari yang diharapkan.

dikutip dari;

https://bobo.grid.id/

Berikut ini kata kerja operasional yang bisa digunakan dalam menurunkan indikator-indikator sehingga memudahkan dalam mencapai kompetensi yang diharapkan.

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.