Guru merupakan generasi pembelajar. Perubahan kurikulum setiap saat membuatnya terus belajar. Bisa dibayangkan jika guru malas belajar dan acuh dengan perubahan dalam dunia pendidikan pasti akan ditinggalkan oleh murid-muridnya dan “tak terpakai lagi.” Hadirnya kurikulum merdeka tidak lain sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Meskipun acap perubahan kurikulum tak luput dari kritikan dan pandangan miring, marilah hal-hal positif dari perubahan tersebut itulah yang kita kokohkan. Apapun yang kita lakukan harus mengedepankan murid-murid sebagai pewaris Negara Kesatuan Republik Indonesia ini agar mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju. Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan karena prestasi dan citra baiknya.

Dalam kurikulum merdeka  memberikan ruang lebar bagi guru dalam mengoptimalkan diri serta peserta didik sehingga ada beberapa hal yang membuat guru harus segera beradaptasi, salah satunya dengan istilah-istilah barunya. Pada kurikulum merdeka ini guru diberikan kesempatan untuk menurunkan sendiri tujuan pembelajaran, yang dulu dikenal dengan kompetensi pembelajaran. Guru menurunkan tujuan pembelajaran tersebut dari capaian pembelajaran yang telah ditetapkan dari pusat. Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia misalnya, salah satu capaian pembelajaran pada fase D (jenjang SMP) ada 4 elemen (menyimak, membaca-memirsa, berbicara-mempresentasikan, dan menulis). Istilah eleman ini biasa dikenal dengan keterampilan.

Capaian Pembelajaran (CP)

Menyimak 

Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yangakurat dari berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi), audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar.

Pada CP menyimak ini selanjutkan diturunkan menjadi Tujuan Pembelajaran (TP). Tujuan pembelajaran dari CP menyimak di atas sebagai berikut;

  1. Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yangakurat dari berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi), audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.
  2. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar.

Berangkat dari tujuan pembelajaran (TP) selanjutnya diturunkan menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Berdasarkan TP di atas maka bisa diturunkan ke dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) sebagai berikut. Misalkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia konten (materi) teks deskripsi.

  1. memahami informasi dan mengungkapkan isi teks deskripsi yang dibaca (bagian dari CP membaca-memirsa)
  2. memaknai informasi dan mengeksplorasi teks deskripsi (bagian dari CP menyimak)
  3. menyampaikan, menggunakan, dan memaknai kosakata baru dalam teks deksripsi (bagian dari CP berbicara-mempresentasikan)
  4. menulis gagasan teks deskripsi (bagian dari CP menulis)

Dengan demikian, semua CP pada mata pelajaran Bahasa Indonesia muncul seluruhnya dalam ATP.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.