Pendidikan itu sifatnya dinamis. Senantiasa mengalami perubahan, oleh karena baik sekolah dan guru-guru sebagai penggerak utama pendidikan harus mau berubah. Profesi guru menurut saya itu anti kemapanan, harus terus berinovasi dan berkreasi. Jika malas untu berubah, ya jangan menjadi guru. Bagaimana kita melihat kemuliaan para guru pendahulu kita, walaupun dibayar dengan gaji kecil bahkan tidak digaji pun mereka rela. Kenapa? Karena rasa cintanya kepada bangsanya. Jika sekarang nasib guru masih belum sejahtera, banyak yang gajinya di bawah UMR, atau bahkan di dibawah gaji pekerja pabrik, saya yakin keberkahan senantiasa Allah berikan untuk beliau dan keluarganya. Allah akan meninggikan derajatnya baik di dunia dan di akhirat kelak. Apakah ini hanya retorika belaka? Bukan, jika kita melakukan sesuatu diukur dengan materi maka keikhalasan akan luntur maka apa yang kita berikan kepada siswa tidak akan sampai dan diterima dengan baik.

 

Kalau kita membaca kisah rosulullah Muhammad SAW dalam mendidik para sahabat itu sangat luar biasa. Guru sejatinya hamba Allah yang kaya kasih sayang dan kesabaran. Dengan kasih sayang dan kesabaran itulah semoga generasi Indonesia menjadi generasi yang berakhlaqul karimah dan generasi yang mencintai negara serta saudara sebangsanya. Pendidikan yang sifatnya dinamis itu menghendaki para gurunya tidak mendidiknya seperti zaman guru-gurunya, sebagaimana pesan Ali bin Abi Thalib. Bagaimana siswa kita bisa cepat beradpatasi juga nantinya. Pendidikan tidak lagi diarahkan kemahiran siswa dalam memilih jawaban yang tepat, melainkan berbasis pengalaman. Pengalaman adalah guru terbaik. Dengan kompetensi 4C (communication, collaboration, critical thinking and problem solving, dan creative thinking) siswa akan terbiasa dalam mengerjakan proyek. Kita bisa mengawalinya dengan proyek-proyek sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa.

 

SMP Al Hikmah telah menyiapkan modul pembelajaran online dalam bentuk elearning. Siswa diberikan kebebasan untuk mengakses modul pembelajaran (e-learning) secara mandiri. Siswa bisa belajar dimana saja dan kapan saja. Kemampuan siswa yang satu dengan siswa yang lain tidak sama. Maka kecepatan mereka pun berbeda. Ini sebagaimana dalam modul guru belajar seri AKM, guru dituntut untuk mengenali kemampuan masing-masing siswa. Melalui elearning itu guru akan bisa mengetahui kemampuan siswa. Jika hasil di elearning masih belum bagus maka siswa dapat mengerjakan ulang. Dengan demikian waktu yang dibutuhkan masing-masing siswa akan berbeda dalam menyelesaikan modul. Di sinilah dibutuhkan kesabaran guru dalam proses pembimbingan dan pendampingan. Berikut ini, powerpoint materi workshop yang diselenggarakan YLPIH Al Hikmah sebagai upaya menyiapkan pendidikan untuk siswa di sekolah Al Hikmah agar guru dan siswa serta orangtua pun harus lincah dalam mengikuti perubahan yang begitu cepat. Salah satunya di musim pandemi ini, jika tidak berubah atau lambat berubah, maka siap-siap tertinggal?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.