Rosullah Muhammad SAW dalam mengajarkan ilmu kepada para sahabat menggunakan berbagai metode. Pada kesempatan kali ini Syech Said memaparkan metode contoh dan perumpamaan. Metode ini sangat penting agar ilmu bisa ditangkap dengan jelas oleh para sahabat. Menggunakan contoh atau analogi yang bisa diindera dan dirasakan oleh lisan para sahabatt sehingga ilmunya mudah diterima. Metode tersebut ada di dalam Alquran.

Contoh pada ayat perumpamaan ayat golongan orang beriman dan kafir. Orang kafir diumpamakan sebagai orang yang buta dan tuli. Orang yang beriman diumpamakan orang yang bisa melihat dan bisa mendengar sehingga mendapat hidayah Allah agar terhindar dari neraka.

Perumpaam kedua, orang yahudi yang sudah diberi kitab taurat tapi tidak mengambil manfaat justru diubah. Diumpamakan seperti keledai membawa buku dipunggungnya. Bukunya tidak bisa di baca dan tidak membawa manfaat apapun. Hanya diletakkan dipunggungnya saja.

Perumpamaan ketiga,  Allah memberikan anolog dalam hal sedekah,  1 biji ditanam dapat menumbuhkan 7 biji dan menjadi 700 selanjutnya dilipatkan menurut kehendak Allah. Allah mendidik hambaNya melalui perumpamaan-perumpamaan  di dalam Al quran tidak hanya ditunjukan oleh rosullah semata.

Hadist 1

Hadist yang menjelaskan perumpaaan orang mukmin yang suka membaca Alquran diibaratkan seperti buah utrujah (seperti lemon). Sedangkan mukmin yang tidak suka membaca dan tidak mengamalkan Alquran diibaratkan seperti buah tamar (buah kurma). Ketika seorang mukmin beriman yang membaca dan mengamalnya maka akan terlihat pengaruh Alquran  dalam tingkah lakunya sehari-hari. Ketika dekat denganya kita lihat dan merasakan orang itu sebagai orang yang baik. Tutur katanya baik-baik pula.

Sementara mukmin kedua yang diumpamakan buah kurma itu ketika dekat dengannya kita tidak melihat pengaruhnya dan kebaikannya. Sama halnya dengan kurma saat dicium tidak ada aromanya tapi ketika kita rasakan manisnya. Dengan demikian, orang tidak melihat kebaikan langsung darinya.

Lanjutannya hadist tersebut yaitu mukmin diumpamakan laksana buah Raihanah. Mukmin tapi munafik. Suka membaca Alquran namun seperti bunga Raihana. Aromanya harum dan kalau dirasakan tidak enak. Penampilannya membuat kita terpesona. Pandai membaca Alquran tapi ahli maksiat. Ini menunjukkan sebenarnya di dalam hatinya tidak ada keimanannya.

Golongan 4, Pendosa orang munafik dan tidak mau membaca Alquran. Diumpamakan seperti buah handzalah. Seperti buah semangka tapi kecil-kecil. Aromanya tidak sedap dan rasanya pahit.

Perumpamaan teman yang baik dan buruk. Diibaratkan seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Meski penjual minyak wangi tak mampu memberikan minyak wangi namun temannya masih tercium wanginya. Sedangkan berteman dengan pandai besi, jika kita tidak terkena percikan apinya maka kita akan mendapatkan bau asapnya yang tidak enak.  Oleh karena itu kita harus pandai memilih teman agar pengaruh yang masuk kepada kita itu yang baik-baik.

Hadist ke-2 menjelaskan ilmu yang nabi berikan kepada ummatnya seperti air hujan. Sedangkan ummatnya seperti bumi. Permisalannya seperti hujan yang mengenai tanah. Tanah yang baik akan menyerap air dan menumbuhkan tanaman-tanaman dan buahnya bisa dinikmati manusia. Hadist tersebut menunjukkan ilmu dan petunjuk nabi. Golongan 1 merupakan golongan terbaik seperti orang-orang yang mau belajar dan mengamalkan ilmu yang dipelajari dan mengajarkan kepada orang lain. Golongan ke-2 diumpamakan tanah yang jadid, tanah yang mampu menampung air tapi tidak bisa menumbuhkan, hanya bisa dimanfaatkan mencuci. Seperti orang yang mau belajar ilmu serta mau mengajarkannya tapi kurang mengamalkannya. Sehingga tidak menjadi perhiasan dirinya.

Golongan ke-3 tanah yang tidak bisa menyerap  dan menampung air. Tanah ini tidak dapat menumbuhkan tanaman di sekitarnya. Golongan ini diibaratkan seperti orang yang menolak ilmu dan tak mau belajar. Hadist ini untuk memotivasi kita agar menjadi orang yang mengamalkan dan mengajarkan ilmu kepada orang lain. Nikmat ini harus kita syukuri karena kita bisa menjadi seorang pendidik. Golongan pertama, kita harus mengamalkan ilmu-ilmu yang kita pelajari.

Hadist 3, Orang yang menegakkan agama Allah dan sebaliknya, diibaratkan orang yang berlayar dengan sebuah kapal. Sebagian dari mereka mendapatkan tempat di atas dan di bawah, ketikan mereka yang di bawah ingin minum harus naik. Lama-kelamaan maka mereka akan lelah. Orang yang berada di bawah tadi pun menyampaikan, seandainya kami lubangi saja perahu ini agar tidak naik mengambil minum dan menganggu orang yang di atas. Nah, apabila orang yang di atas membiarkan saja keinginan orang-orang di bawah melubangi kapal maka semuanya akan binasa. Jika ada yang mencegah maka akan selamat semuanya. Sebaliknya, apabila dibiarkan maka orang-orang yang baik dan orang-orag yang jahat semuanya binasa. Oleh karena itu sudah seharusnya kita menjadi bagian golongan yang amar makruf nahi mungkar.

Sebagaimana perumpamaan di atas. Pada saat itu Allah memerintah malaikat untuk menimpahkan musibah kepada suatu kaum. Apakah orang yang baik juga ditimpahkan musibah tersebut ya Allah? Jawabnya  Jika ahli  ibadah membiarkan dan tidak tergerak hatinya untuk berdakwah. Allah meminta malaikat menimpahkan musibah untuknya. Maka tugas kita yaitu semampunya melakukan amar makruf nahi mungkar. Dalam rangka mengharapkan kebaikan-kebaikan agar orang tersebut dari keburukan-keburukan.

Hadist 4 diriwayatkan Ibn ummar, perumpaaman seorang yang munafik diibaratkan kambing yang sedang bingung. Adalaka dia berjalan perpindah-pindah karena bingung. Kadang ikut kelompok kambing A kadang ikut kelompok kambing B. Perumpamaan-perumpamaan di atas bisa diindera. Dengan demikian kita harus senantiasa meminta kepada Allah agar menjaga keimanan kita. 

Agar terhindar dari sifat-sifat munafik. Ketika orang takut menjadi orang munifik itu menunjukkan kl kita beriman.

  1. Perbanyak doa. Ya Allah sucikan hatiku dari sifat-sifat munafik.
  2. Melakukan banyak ibadah saat sendirian. Ibadah sirrih.
  3. Bersedekah secara diam-diam.

Demikian kajian bersama Syech Said pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat. Aamiin

By admin

2 thoughts on “Kajian Bersama Syech Said: Pendidikan Nabi Menggunakan Contoh dan Perumpaaman”

Leave a Reply

Your email address will not be published.