Perhatikan teks berikut dengan saksama untuk menjawab pertanyaan nomor 1 sampai 3!

Mungkin bagi Anda, apa yang diterapkan di negara ini tak terlihat seperti sebuah formula untuk mencapai kesuksesan: Anak-anak Finlandia masuk sekolah di usia yang lebih tua daripada anak-anak di kebanyakan negara, yaitu 7 tahun, dan mereka diberikan PR dengan jumlah yang jauh lebih sedikit daripada anak-anak di sekolah Asia dan Amerika Serikat. Meski begitu, anak-anak Finlandia menduduki ranking yang tinggi untuk pelajaran membaca, matematika, dan sains. Kok, bisa begitu?

“Guru-guru di negara ini menerapkan pendekatan yang fleksibel dan sangat tidak membebani anak,” ungkap Bob Compton, pembuat film seri dokumenter tentang edukasi global, antara lain The Finland Phenomenon: Inside the World’s Most Surprising School System. “Di kelas-kelas
yang ada di Finlandia, Anda akan menyaksikan banyak sekali kegiatan hands-on, seperti melukis, menggambar, membuat tembikar dari tanah liat, memainkan musik. Kelas-kelas itu kecil, dan setiap kelas memiliki dua guru.” Anak-anak memanggil para guru dengan nama depan mereka, dan sering kali diajar oleh mereka hingga selama tiga tahun.

Meski atmosfer pendidikan di Finlandia terlihat santai, ada banyak aturan tegas di balik itu. Karena anak-anak di bawah 7 tahun belum dapat masuk sekolah, maka mereka akan dimasukkan ke sekolah bermain yang menerapkan gaya Montessori dan tempat penitipan anak (umumnya ditawarkan secara gratis kepada orang tua). Kedua tempat itu akan melibatkan anak-anak dalam permainan kreatif dan membantu mereka mengembangkan kemampuan sosial. Guru-guru di Finlandia juga harus memiliki gelar sarjana untuk mata pelajaran yang mereka ajar. Lulusan baru harus menjalani pelatihan magang selama setahun penuh di bawah bimbingan instruktur ahli. Hal itu akan membantu para guru menilai kemampuan dan kebutuhan para murid melalui observasi yang mereka lakukan, daripada mereka hanya mencoba-coba.

Apa pun mata pelajarannya, entah membaca, menulis, matematika, penekanannya adalah mengajarkan anak-anak untuk belajar. “Titik beratnya bukan pada berapa jumlah soal matematika yang mereka kerjakan, tetapi apakah mereka mengerti konsep dari soal penjumlahan atau perkalian yang mereka kerjakan,” kata Tony Wagner, Innovative Education Fellow di Harvard University dan penulis Creating Innovators: The Making of Young People Who Will Change the World.

(sumber; https://www.parenting.co.id/usia-sekolah/gaya-belajar-anak-sekolah-di-luar-negeri-)

 

Berdasarkan teks di atas jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat!

1.       Pendidikan di finlandia berbeda dengan di Indonesia, di antar perbedaan tersebut antara lain; (Pilih beberapa jawaban yang sesuai)

A.    Usia masuk sekolah kurang dari 7 tahun

B.    Pembelajarannya berbasis aktivitas, salah satunya keterampilan melukis dan menggambar.

C.    Sekolah bermain dan tempat penitipan anak memberikan bekal kepada anak-anak yang belum diperkenankan masuk sekolah untuk bermain kreatif dan mengembangkan keterampilan sosial.

D.   Tugas rumah (PR) anak-anak di Finlandia sama banyak dengan anak-anak di Indonesia.

E.    Pendidikan di Finlandia terlihat santai tapi memiliki aturan yang tegas.

F.     Finlandia dalam pembelajarannya fokus untuk mengajarkan anak-anak agar belajar, baik itu dalam kesempatan belajar membaca, menulis, ataupun matematika.

 

2.       Pasangkan istilah-istilah di bawah ini!

Fleksibel                              memiliki daya cipta

Atmosfer pendidikan        lentur

Kreatif                                  peninjauan secara cermat

Montessori                          pembelajaran dengan praktik langsung dan permainan kolaboratif

Observasi                             suasana dan perasaan tertentu

 

 

3.       Berikut merupakan salah satu  kegiatan hands-on, berdasarkan teks di atas kecuali ….

A.    melukis

B.    menggambar

C.    memainkan alat musik

D.   membakar tembikar

 

Perhatikan teks dengan saksama untuk menjawab pertanyaan nomor 4 sampai 5!

Kelangkaan minyak goreng juga disebabkan adanya indikasi aksi borong dan penyimpanan stok dalam jumlah di atas rata-rata kebutuhan bulanan, kemudian dijual kembali oleh reseller atau spekulan dengan harga di atas ketentuan,” katanya, Sabtu (20/3). Hal ini menyebabkan terhambatnya proses distribusi sehingga terjadi kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi gejolak harga minyak sawit mentah (CPO) ke depan, Satgas Pangan akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga untuk menyiapkan regulasi yang lebih ideal dan memiliki fleksibilitas.

“Berbagai langkah stabilisasi dengan melakukan beberapa intervensi pasar telah dilakukan, karena kenaikan harga CPO yang cukup tinggi dan besarnya disparitas harga dalam negeri dengan luar negeri, tentunya langkah stabilisasi dan intervensi pasar yang melawan arus akan mengalami kesulitan karena yang dilawan mekanisme pasar nasional dan internasional,” tutur Helmy.

Helmy menjelaskan, sebelum SE Kementerian Perdagangan ditetapkan pada 16 Maret lalu, berdasarkan data Kemendag, ketersediaan minyak goreng sebenarnya mencukupi, namun keadaan di lapangan terjadi kelangkaan karena harga asli minyak goreng tergolong mahal.

Baca artikel CNN Indonesia “Polisi Sebut Minyak Goreng Langka dan Mahal karena Ulah Spekulan” selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220319174310-12-773627/polisi-sebut-minyak-goreng-langka-dan-mahal-karena-ulah-spekulan.

 

4.       Berdasarkan teks di atas, kelangkaan minyak goreng disebabkan oleh ….

A.    Aksi borong oleh para pedagang dan ibu rumah tangga.

B.    Gejolak harga CPO yang meningkat.

C.    Penyimpanan stok oleh para spekulan.

D.   Distribusi menjadi kacau.

 

5.       Berikut merupakan kosakata yang tepat untuk menjelaskan arti kata ikut campur adalah ….

A.    Indikasi

B.    Intervensi

C.    Distribusi

D.   Stabilisasi

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.