Metode ini sangat menarik dan disenangi oleh pendengarnya. Alquran juga menerangkan kisah para nabi terdahulu bahkan hingga bukan nabi seperti Lukman. Rosulullah bersabda, ada seseorang yang membeli tanah dari orang lain. Orang yang membeli tanah tersebut kemudian menggalinya dan menemukan guci yang berisi emas dari dalam tanah. Sang pembeli  pun menemui penjual dan menjelaskan kepadanya bahwa tanah yang dibelinya mengandung emas. Namun keduanya ternyata sama-sama tidak mau mengakui kepemilikan emas. Kedua saling menyerahkan emas dan tidak ada yang mau menerima emas dari dalam tanah tersebut. Akhirnya baik pembeli maupun penjual menemui seseorang yang ahli dibidangnya untuk menentukan keputusan atas permasalahan yang dihadapi keduanya. Orang bijak yang ditemuinya menanyakan kepada pembeli dan penjual “Apakah kalian mempunyai anak?” Keduanya ternyata mempunyai anak, satunya memiliki anak perempuan dan satunya memiliki anak laki-laki. Maka saran orang bijak yakni memutuskan untuk menikahkan kedua anak dari penjual dan pembeli. sehingga hartanya (berupa emas) kemudian disedekahkan.

 

Hikmahnya dari cerita di atas

  1.  cinta harta sebenarnya sudah tertanam di hati manusia. Tetapi berbeda dengan cerita di atas, keduanya sangat berhati-hati terhadap barang yang bukan miliknya. Semuanya kembali pada keimanan masing-masing orang dan sifat qonaah.
  2. Pentingnya kita berhati-hati dan bersungguh-sungguh mengetahui harta yang kita miliki itu suci atau halal. Sesuatu (harta) yang haram akan menjadi petaka atau nasib buruk bagi pemiliknya. Doa yang dipanjatkan kepada Allah tidak akan dijawab oleh Allah SWT.
  3. Jika ada tipe orang berakal, apabila ada perselisihan maka orang-orang tersebut pergi kepada orang yang mengerti (ahlinya) sehingga tidak salah dalam memutuskan suatu perkara. Di dalam kisah ini, tidak ada perintah atau larangan namun banyak mengandung nasihat yang mudah dipahami dan diterima serta berharga bagi para pendengar.

 

Kisah ke-2

Ada seorang laki-laki yang akan  mengunjungi suatu desa yang lain. Allah memerintahkan malaikat untuk mengawasi di sepanjang jalan yang dilewati orang tersebut. Suatu ketika laki-laki tersebut pergi bertemu dengan malaikat yang ditugaskan oleh Allah tadi. “Kemana kamu mau pergi? tanya malaikat. “Saya ingin mengunjungi saudaraku” jawab laki-laki.  “Apakah kamu ada urusan dengannya (missal urusan tanah dll)? tanya malaikat lagi. “Saya tidak seperti itu. Hanya saja, saya mengunjunginya karena saya mencintai karena Allah SWT,” jawab laki-laki.  “Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu tersebut,”  jawab Malaikat mendengar perkataan laki-laki tersebut.

Hikmah cerita di atas;

  1. Kecintaan kepada Allah itu tidak ada hubungannya dengan harta dan hal-hal yang lain, memiliki pahala yang muliah.
  2. Pentingnya kunjungan (ziarah) menjadikan keakraban dan mempunyai pahala yang mulia disisi Allah. Sebuah amalan yang sedikit tetapi mempunyai dampak yang besar di sisi Allah.

 

Berdasarkan kedua kisah tersebut, cara mendidik melalui cerita menjadi sebuah metode yang mudah dipahami oleh pendengar atau siswa. Mereka dapat langsung menyimpulkan hikmah dari cerita yang disampaikan untuk selanjutnya diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sederhana dan kaya manfaat. Siswa biasanya akan menagih dan meminta kisah-kisah lainnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.