Berdasarkan hasil PISA (Programme for International Student Assesment), literasi membaca siswa di Indonesia masih rendah. PISA ini merupakan survei yang diselenggarakan setiap 3 tahun sekalia. Menggelitik memang, mengapa Indonesia harus bingung dan mengikuti evaluasi yang diselenggarakan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development)?  Sebelumnya harus kita ketahui bahwa ada beberapa manfaat yang kita dapatkan dengan mengikuti penilaian PISA ini, diantaranya kita memperoleh data perkembangan pendidikan secara akurat, bisa saling berbagi pengalaman dalam dunia pendidikan dengan negara-negara anggota PISA, membandingkan kecakapan hidup siswa di Indonesia dengan negara lain dalam kurun waktu yang berbeda, dan Indonesia bisa mengetahui kekurangan yang ada dalam sistem pendidikan kita sehingga bisa melakukan perbaikan.

 

Rendahnya capaian siswa di Indonesia menjadi penyemangat seluruh pihak terkait untuk mencari terobosan menyiapkan generasi Indonesia dalam dunia global. Mencari formula yang tepat agar generasi Indonesia bisa unggul. Kekurangan-kekurangan yang ada dalam sistem pendidikan di Indonesia segera menemukan solusi yang tepat sehingga seluruh anak mempunyai kesempatan untuk belajar. Disparitas kualitas pendidikan harus diminimalisir dengan penyebaran guru-guru yang berkualitas di seluruh wilayah Indonesia. Pendidikan merupakan modal besar dan penting untuk memajukan Indonesia. Kualitas sumber daya manusia harus bagus jika tidak maka akan ketinggalan dengan negara lain. Dampaknya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara tentunya akan sangat kompleks. Pengalaman pahit puluhan tahun yang silam, dijajah negara lain, jangan sampai terulang lagi. Semoga dengan perbaikan sistem yang semakin bagus, siswa Indonesia mampu bersanding dengan negara-negara lain.

 

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.