Dalam Islam diajarkan agar setiap muslim menempuh jalan diskusi atau musyawarah sebagai upaya mencapai kesepakatan bersama. Diskusi dapat menghindarkan umat Islam dari perpecahan, sebaliknya semakin rukun karena menguatkan silaturrahmi. Firman Allah dalam surat As Syuura ayat 38

وَٱلَّذِينَ ٱسْتَجَابُوا۟ لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

Artinya;

Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

Tata cara diskusi atau musyawarah dalam agama Islam pun sangat diperhatikan, di antaranya;

  1. Menyampaikan saran atau ide dengan lemah lembut.
  2. Menyerahkan keputusan musyawarah atau diskusi kepada Allah SWT (bertawakal kepada Allah).
  3. Keputusan musyawarah di dasarkan pada Alquran dan hadist.
  4. Setelah keputusan dicapai, pihak-pihak yang bermusyawarah saling memaafkan untuk menghindari dendam dan rasa sakit hati.
  5. Menghindari sikap egois dan perkataan kasar serta saling mengejek.
  6. Para pihak yang terlibat diskusi harus sabar dan bisa menahan diri jika ada perbedaan pendapat.

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.