Rosulullah melontarkan pertanyaan kepada para sahabat dengan maksud untuk mengetahui mengungkap kecerdasan dan kemauan berpikir para sahabat. Hal ini beliau lakukan sebagai upaya menguji kemampuan para sahabat. Misalnya dengan  permainan  teka-teki.

Hadist  Pertama

Diriwayatkan oleh imam Bukhari. Rosul duduk dengan para sahabat kemudian beliau mengajukan pertanyaan atau teka-taki, sesungguhnya di antara pohon-pohon yang ada, ada pohon yang memiliki kemanfaatan dan keberkahan sebagai mana umat muslim. Daunnya tidak jatuh pada musim panas dan dingin. Panennya tidak musiman. Perumpamaan pohon ini seperti umat muslim. Pohon apakah itu?

Para sahabat kemudian mencoba menjawabnya, itu semacam pohon kaktus seperti di gurun ya Rosul. Para sahabat aktif menjawab. Putra Umar bin khattab sebenarnya tahu, tapi dia diam dan tidak ikut menjawab.  Ada rasa tidak enak (sungkan) mau menjawab karena yang hadir usianya lebih tua darinya dan mempunyai pengetahuan yang lebih tinggi. Maka setelah semua sahabat berusaha menjawab. Ada rasa ingin tahu dihati para sahabat. Mereka pun bertanya, pohon apa itu ya Rosul? Rosul menjawab pohon kurma. Pohon itu tumbuh di Jazirah Arab.

Setelah majelis berakhir, Abudullah bin Umar ketika mau pulang,  menjelaskan yang sebenarnya bahwa dirinya tahu jawaban dari pertanyaan rosul. Umar, ayahnya, pun berkata seandainya kamu ungkapkan tadi itu, aku akan lebih menyukainya Umar daripada kamu mengatakannya  kepadaku sekarang. Artinya, Umar sangat senang jika anaknya berani menjawab. Lebih mengasah logika berpikirnya.

Hikmah kandungan hadist pertama,  

  1. Ketika kita memberikan pertanyaan maka pertanyaan itu harus merancang untuk mencari jawabannya. Ketika murid kita tidak bisa menjawab maka memberikan jawabannya
  2. Ketika kita memberikan anologi tidak harus sama persis. Contoh seorang muslim diumpakan dengan pohon kurma. Tidak harus sama semua aspeknya. Misal si A sama dengan kuda pacuan karena larinya yang cepat. Bisa salah satu aspek saja yang sama. Tidak harus semuanya.
  3. Adab memberikan penghormatan kepada yang lebih senior. Saat itu Abu bakar dan Umar terdiam. Akan tetapi kita tetap diizinkan untuk memberikan sumbangsih jawaban. Adab ini tetap kita pegang.
  4. Ketika kita menjumpai murid bisa menjawab maka kita harus menunjukkan sikap senang dan Bahagia.
  5. Tidak selalu yang lebih senior memiliki pengetahuan yang lebih banyak akan tetapi yunior tetap harus tawadhu’

Aspek rasa kurma yang manis diibaratkan seperti orang muslim.  Artinya, rasa manisnya sebagaimana perkataan dan perbuatan orang mukmin. Harus bisa untuk diri sendiri dan orang lain. Perkataannya menyenangkan orang.

Pohon kurma memiliki daun yang tidak jatuh. Daun dan batang diumpamakan pakaian dan perhiasan pohon kurma. Seorang muslim seharusnya pakaian utamanya adalah taqwa. Dalam kondisi apapun tetap digunakan, selalu bertaqwa.

Pohon kurma memiliki batang satu, kuat walau ditiup angin kuat. Maka seorang muslim harus bersabar dalam menghadapi segala ujian, baik ujian kebaikan dan keburukan.

METODE 8

Rosulullah dalam mendidik para sahabat

Menggunakan kias dan analogi supaya mudah diterima dan dipahami oleh para sahabat. Beberapa hadist di antaranya

Hadis pertama diriwayatkan oleh imam bukhari dari ibnu abbas

Seorang perempuan datang menemui rosul. Ibunya bernadzar haji hingga meninggal. Perempuan itu kemudian bertanya kepada rosulullah “Apakah aku harus menghajikannya?” Rosulullah menjawab, “Iya berhajilah sesuai nadzar ibumu.”  Tapi rosul bertanya lebih lanjut Bagaimana pendapatmu, jika ibumu mempunyai utang. Apa yang kamu lakukan. Aku akan melunasinya. Kata rosul Lunasilah utang ibumu kepada Alalh. Dalam pertanyaan itu terkandung rosul

Hadist kedua diriwayatkan oleh abu dzar

Pemuda datang bertemu rosul. Ya rosul mereka yang kaya sudah banyak pahala. Sholat dan berpuasa serta sedekah sebagaimana kami. Rosul menyatakan sesungguhnya Allah pun memberikan kesempatan yang sama kepada kalian, dalam setiap tasbih, tahmid, dan tahlil, mencegah yang bathil dan mungkar adalah sedekah.

Pertanyaan pemuda itu selanjutnya, “Apakah salah satu diantara kami menyalurkan sahwatnya mendapatkan pahala?” Jawab rosulullah, “Jika disalurkan yang halal akan mendapatkan pahala, tetapi jika disalurkan kepada yang haram maka akan berdosa.”

Hadist diriwayatkan oleh Ammar bin ash saat menjadi pemimpin sebuah perang. Ammar sedang junub mau mandi sangat dingin. Takut sakit dan tidak bisa memimpin peperangan. Akhirnya Ammar tidak mandi besar tapi bertayamum dan berwuudhu. Kemudian Ammar menjadi imam sholat. Sahabat pun lapor ke rosul menjelaskan sebenarnya yang terjadi. Ammr menjadi imam saat junub. Maka nabi pun menanyai Ammar. Ammar pun membenarkan semua perkataan sahabat. Ammar kemudian menjelaskan dengan menggunakan kiasan atau analogi.  “Janganlah kamu membunuhu dirimu. Jika saya paksa mandi maka saya akan mati.” Kisah ini dibolehkan oleh rosul. Rosul tertawa mendengar penjelasan Ammar sebagai tanda setuju.

Hadist ketiga

Kisah seorang badui mengeluh kepada rosul. Ia mengingkari anaknya yang berkulit hitam. Rosul memberikan pertanyaan kepada orang badui tersebut. Apakah kamu punya unta?  Kebetulan sang badui memiliki unta yang warnanya kuning dan coklat. Rosul pun bertanya, “Apakah di antara unta-untamu ada yang warnanya kehitam-hitaman? Menurutmu unta yang warna agak gelap itu masih satu keturunannya atau punyanya tetangga.”  Kemudian Sang Badui  pun menjawab, “Iya satu keturunan. Kemungkinan karena nenek moyang unta itu ada yang hitam ya Rosul.”

Melalui tanya jawab tersebut mitra bicara diajak untuk berpikir dan menemukan jawabannya sendiri. Begitu juga dengan kulit yang kehitam-hitamannya anakmu itu dari keturunan sebelum-sebelumnya. Gen dari orangtua si badui atau istrinya. Rosul menggunakan kias yang dipahami oleh Sang Badui.

Ada kisah unik zaid bin haritzah. Zaid dan istri kulitnya putih tapi anaknya, usamah anaknya kulitnya coklat. Di Mekkah ada orang-orang yang memiliki keahlihan khusus. Pada suatu hari Usamah dan Zaid itu tidur kakinya kelihatan. Mihzar yang sedang lewat itu pun mengatakan,  “kakinya anak kecil itu menurun kakinya si bapak.” Maka saat itu rosul yang mendengarnya sangat Bahagia dan memberitahu bahwa Usamah memang anaknya Zaid.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.