Dunia pembelajaran mengalami perkembangan yang sangat cepat. Era pandemi Covid 19 menjadi salah satu moment penting untuk bergerak dan berinovasi.  Di sekolah saya, SMP Al Hikmah, sekitar 2 tahun ini mencoba menggunakan modul elearning. Penyempurnaan modul senantiasa kami lakukan mengakomodir kebutuhan guru dan siswa. Hadirnya elearning ini sebagai penyemangat bagi kami selaku guru untuk memberikan layanan terbaik kepada siswa. Bagaimana agar siswa kami bisa sejajar dengan pelajar di luar negeri.

 

Informasi yang bertebaran di dunia maya menjadi tantangan serta ancaman bagi siswa. Kenapa bisa menjadi ancaman? Ya, belum tentu informasi-informasi tersebut benar secara keilmuan. Semua orang bisa membagikan informasi, akan tetapi apakah sudah teruji kebenarannya? Oleh karena itu, pada modul elearning sekolah kami difasilitasi alternatif aneka sumber belajar. Guru bisa membagikan link video pembelajaran yang dibuatnya ataupun menggunakan link video yang diambil dari youtube. Dengan demikian, sumber belajar sudah melalui verifikasi oleh guru. Selain video, bisa menyertakan jurnal-jurnal ilmiah baik nasional ataupun internasional untuk mendukung pembelajarannya.

 

Secara rinci, berikut halaman demi halaman dalam modul elearning sekolah kami;

  1. Apersepsi. Pada Apersepsi ini guru bisa menampilkan video, gambar, atau teks untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa pada topik pembelajaran yang akan dipelajari.
  2. Kegiatan inti. Arah pembelajaran yang berbasis aktivitas dan menggunakan pendekatan saintifik maka pembelajaran yang akan dilalui siswa harus melewati tahapan mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyimpulkan/mengkreasi. Guru akan membimbing setiap tahapan tersebut.
  3. Alternatif aneka sumber belajar. Penjelasannya sebagaimana tela saya uraikan pada paragraf sebelumnya.
  4. Cek Pemahaman. Pada bagian ini, guru memberikan tes untuk menguji wawasan, pengetahuan, serta pemahaman siswa terhadap topik materi yang sudah dipelajari sebelumnya.

 

Pada modul elearning juga harus memuat 4 kompetensi dasar sekaligus dalam setiap pembelajarannya, yaitu spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Melalui modul elearning diharapkan siswa mampu belajar dimana saja, kapan saja, menjadikan siswa memiliki kemandirian belajar. Selain itu, meningkatkan rasa ingin tahu siswa. Bisa jadi ada siswa yang menyelesaikan modul elearning lebih cepat dibandingkan siswa lainnya karena tingginya rasa ingin tahunya. Apabila nilai siswa masih belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) maka guru dapat meminta siswa untuk mengerjakan ulang. Guru juga dapat memberikan komentar pada setiap pekerjaan siswa, demikian juga siswa dapat menuliskan tanggapan berkaitan dengan evaluasi yang dituliskan oleh guru bidang studi.

 

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.