Rosul biasanya mengangkat dengan tangannya untuk menunjukkan sesuatu itu dilarang itulah yang kadangkala dilakukan rosul menyampaikan ilmu kepada sahabat. Hadist pertama, dikisah dari Ali bin Abi Thalib, rosul membawa sutra dan emas. Dua benda ini diangkatnya tinggi-tinggi. Sesungguhnya barang ini emas dan sutra halal untuk perempuan tapi tidak untuk laki-laki. Rosul menggunakan ucapan larangannya. Untuk menguatkannya dan menunjukkan langsung bendanya, barangkali ada yang belum pernah melihatnya. Harapannya dengan menunjukkan barang dan menguatkannya dengan perkataannya akan memudahkan siswa dalam memahami  dengan baik atas ilmu yang kita sampaikan.

 

Hadist ke-2, diriwayatkan oleh Ali bin abi thalib. Ketika para sahabat sedang berkumpul mengambil harta rampasan perang. Rosul mengambil seheleai bulu unta yang jatuh kemudian diangkatlah dihadapan para sahabat. Takutlah kalian terhadap perbuatan khianat yaitu mencuri harta rampasan perang. Sehingga para sahabat merasa takut untuk mencuri atau korupsi dari harta tersebut meskipun itu sedikit saja, yang ditunjukkan dengan sehelai bulu unta. Hikmahnya, rosul melarang tindakan korupsi atau mencuri. Perbuatan itu merupakan perbuatan dosa besar. Beliau menyampaikan bahwa bagian yang diterimanya sama dengan yang diterima oleh para sahabat.

 

Berdasarkan 2 hadist tersebut, kita bisa mengambil hikmah dari metode mendidik dengan menggunakan alat peraga itu. Walaupun kita saat ini pembelajarannya jarak jauh maka niatkanlah ketika mengajar dengan alat peraga untuk mengikuti sunnahnya rosul. Alat peraga tidak harus yang mahal, sederhana tapi memudahkan siswa memahami materi yang disampaikan.

 

Metode 13

Nabi mendidik dengan cara memberikan informasi/ilmu sebelum para sahabat bertanya kepada beliau.

 

Biasanya rosul duduk dan berdialog menyampaikan apa-apa yang dibahas saat itu. Adakalah rosul membahas sesuatu yang baru dan berbeda yang tidak ada kaitannya dengan pembahasan atau obrolan sebelumnya. Bisa jadi beliau membahas sesuatu yang baru itu, yang tidak sedang ditanyakan oleh sahabat karena sahabat takut atau malu bertanya.

Dalam hadist pertama, dikisahkan bahwa Syaitan akan datang diantara kalian (para sahabat). Syaitan akan mengajak kita berpikir ini dan itu. Kemudian maka akan sampai pada pemikiran itu, siapa yang menciptakan Tuhanmu. Jika demikian maka bacalah taawudz supaya tidak merusak agama dan iman kita.

 

Hadist kedua, Orang-orang akan ada saja yang bertanya bahwa Allah yang menciptakan makhluk, lalu siapa yang menciptakan Allah. Maka ucapkanlah amantu billah, aku beriman kepada Allah. Ada diriwayat lain bacalah Surat Al ikhlas setelahnya meludahlah ke kiri 3x dan baca taawudz. Hikmahnya dari kita lakukan yaitu, pertama ikrar kepada Allah. Kedua, bacaan taawudz, memohon perlindungan kepada Alalh. Ketiga, meludah ke arah kiri menunjukkan kepada syaitan bahwa kita benci denga apa yang ia bisikkan. Apa alasan rosul menyampaikan hal ini keadaan para sahabat? Ternyata bahwasanya pengetahuan tersebut  sangat penting karena berkaitan dnegan keimanan kita. Kita sebagai makhluk mempunyai akal yang terbatas. Berpikirlah sebagaiaman makhluk Allah jangan memikirkan siapa yang menciptakan. Banyak hal yang mengenai makhluk Allah yang tidak bisa kita gapai. Semua makhluk itu bertasbih kepada Allah. Kita tidak boleh berpikir untuk eksistensi Allah. Sebaiknya ilmu itu digunakan untuk memahami ciptaan Allah sehingga tidak membuatnya berpaling dari jalannya Allah yang lurus.

Sebagai guru kita berkaitan dengan metode 13, kita melihat ada hal-hal penting tapi tidak disampaikan oleh murid kita. Misalnya hal-hal yang berkaitan dengan masa Baligh, cara mandi dsb. Jika tidak kita menyampaikan kepadanya, mereka akan mencari guru-guru dari google takutnya malah tersesat.

Hadist ketiga, diriwayatkan Annas. Saat terik rosul sholat dhuhur. Rosul menyebutkan hari kiamat dan kejadian-kejadian sebelum kiamat. Rosul lalu bekata, siapa yag ingin bertanya kepadaku tanyalah kepadaku. Jangan bertanya sesuatu selain apa yang aku ceritakan tadi (kejadian-kejadian sebelum kiamat) yaitu  selama nabi berdiri. Para sahabat banyak yang menangis mendengar cerita nabi. Saat itu nabi sedang melihat hal-hal yang gaib. Allah menunjukkan kepada beliau, kejadian-kejadian sebelum kiamat.

Nabi memberikan kesempatan para sahabat untuk bertanya. Tapi tidak ada yang bertanya karena menangis membayangkan apa yang diceritakan nabi. Umar berdiri dan mencium kaki nabi sambil mengucapkan kalimat    رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلً

Artinya: “Aku rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Al-Hakim). Nabi menyatakan demi dzat telah dinampakkan di hadapanku surga dan neraka. Aku tidak melihat hari seindah surga dan hari seburuk saat aku melihat neraka.

 

Hikmahnya,

  1. Menjelaskan dasyatnya hari kiamat. Ibu yang sedang menyusui langsung melemparkan anaknya. Semoga Allah menyelamatkan kita dari dasyatnya siksa hari kiamat.
  2. Menunjukkan kecintaan para sahabat kepada nabi. Dalam kisah lain umar masuk ke rumah nabi, dan saat itu Umar melihat wajahnya rosul sedang sedih. Umar pun berusaha mengibur dan ceria kembali.
  3. Hal-hal gaib hanya Allah yag tahu, tapi Allah memberikan bocoran atau karomah atau mukjizat kepada nabi.
  4. Pertanyaan Abdullah bin Abu Hudzafah saat itu adalah siapa ayahku ya rosul? Ayahmu adalah Hudzafah. Pada masa jahiliyah, si Abdhullah tidak dinasabkan secara langsung kepada ayahnya. Kemudian jawaban nabi ayahmu adalah Hudzafah. ibunya mendengar pertanyaan Abdullah saat itu menjadi marah. Karena menanyalakan ayah kepada nabi. Hal ini dilakukan oleh Abdullah Ingin memperjelas statusnya. Tidak seperti dituduhkan orang quraiys. Jika saat itu jawaban nabi bukan Hudzafah pun dia akan mengimaninya.

 

Kisah mulia Abdullah bin abu Hudzafah

Beliau sahabat senior. Pada masa kepemimpinan Umar, Umar mengirimkan pasukan untuk penaklukan di wilayah Syam. Pasukan muslim melawan pasukan romawi. Abdullah bin Hudzafah pun ikut ditawan oleh raja Romawi. Sang raja berjanji akan menyerahkan sebagian wilayah kekuasaannya jika Abdullah bin Abu Hudzafah murtad, tidak lagi beriman kepada Allah. Tapi tekat Abdullah bin Abu Hudzafah sangat kuat. Meskipun sang raja akan menyerahkan separuh kerajaan dia tidak akan pernah mau untuk murtad, menyetujui keinginan kaisar. Hingga akhirnya raja semakin marah dan memerintahkan kepada pengawalnya untuk mengikat di kayu salib serta memanah lengahnya. Tapi Abdullah bin Abu Hudzafah tetap berima kepada Allah dan rosulNya.

Raja tidak kehabisan akal bagaimana Abdullah bin Abu Hudzafah agar murtad. Raja memerintahkan pengawalnya untuk memasukkan salah satu tawanan muslim dimasukkan di dalam kuali panas di hadapan Abdullah bin Khudafah. Melihat pemandangan yang menyedihkan itu Abdullah bin Abu Hudzafah menangis, tapi bukan karena takut. Aku menangis seandainya aku punya lebih dari satu nyawa, aku ingin setiap nyawaku mati Syahid. Mendengar jawaban itu menawarkan permintaan kepada Abdullah bin Abu Hudzafah. Jika Abdullah bin Abu Hudzafah mau mencium kepada raja maka raja akan membebaskannya dan seluruh pasukan tawanannya. Abdullah bin Abu Hudzafah akhirnya mengiyakan permintaan sang raja.

Setelah itu Abdullah bin Abu Hudzafah, menceritakan pengalamannya itu kepada khalifah Umar bin Khattab. Mendengar semua penjelasan Abdullah bin Abu Hudzafah tersebut, Umar bin Khattab pun menyeruhkan, “Setiap muslim layaknya mencium kepala Abdullah bin Abu Hudzafah dan akulah yang memulainya.” Umar bin Khattab lalu mencium kepala Abdullah bin Abu Hudzafah.

 

Demikianlah, kisah perjuangan Abdullah bin Abu Hudzafah mempertahankan keimanannya dengan ujian yang luar biasa besar. Semoga Allah senantiasa menguatkan iman kita kepada Allah dan rosulnya. Aamiin.

 

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.