Seri Pendidikan Meneladani Rosulullah Muhammad SAW

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan nikmat sehat, saya diberi kesempatan untuk menimba ilmu kembali kepada Syech Said B. Pada kesempatan kali, 15 Januari 2021, ini beliau menjelaskan pendekatan yang diambil oleh rosulullah dalam mengajarkan ilmu kepada para sahabat dengan menggunakan garis dan gambar. Apa dan bagaimana penjelasannya? Silakan disimak paparan berikut ini.

Rosulullah Muhammad SAW menggunakan metode menggambar atau membuat garis di atas tanah atau debu saat menjelaskan sebuah perkara atau menjawab pertanyaan dari para sahabat. Cara ini terbukti dapat membuat para sahabat menjadi lebih paham.  Ada hadist dari  Jabir bin Abdillah, dikisahkan saat jabir dan rosul sedang duduk-duduk, rosulullah membuat garis dengan tangannya. Garis ini adalah garis yang dibuat jalan Allah, jalan Allah Azza wa jalla. Rosul juga membuat garis lurus, yaitu garis sabillah, jalan Allah. Kemudian membuat garis dikirinya, jalan syetan. Garis lurus maknanya menjelaskan  akan sampai ke surga dan Allah. Jika lewat jalan kiri itu maknanya jalan syaitan sehingga akan sampai pada neraka.

Dalam surat Al An’am 163,

لَا شَرِيۡكَ لَهٗ‌ۚ وَبِذٰلِكَ اُمِرۡتُ وَاَنَا اَوَّلُ الۡمُسۡلِمِيۡن

Artinya; tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).”  Maka yang dilakukan oleh rosulullah, tidak sekedar bicara tapi menyampaikan dengan media gambar agar lebih para sahabat lebih memahami apa yang disampaikannya.

Dalam hadist riwayat Abdullah bin Mas’ud, dikisahkan rosul membuat garis empat persegi dan menggaris tengah dipersegi empat tersebut, dan satu garis di luar garis segi empat tersebut, serta membuat beberapa garis kecil pada sisi garis tengah dari tengah garis tersebut. Makna garis yang rosulullah buat yakni  ‘Ini adalah manusia dan ini adalah ajalnya yang telah mengitarinya atau yang mengelilinginya dan yang di luar ini adalah cita-citanya, sementara garis-garis kecil ini adalah rintangan-rintangannya, jika ia berbuat salah, maka ia akan terkena garis ini, jika berbuat salah lagi maka garis ini akan mengenainya. Garis kecil-kecil merupakan hambatan yang dialami manusia dalam kehidupan, kefakiran, kemiskinan, atau putra yang meninggal, sakit manusia pasti menuai permasalahan yang banyak. Jika manusia itu lepas dari permasalahan yang ada, maka sejatinya manusia tidak akan pernah lepas dari tua. Maka kita hidup di dunia, tidak hanya urusan dunia, tapi juga perhatikan urusan akhirat.

Ibnu Majah meriwayatkan yang serupa : Telah menceritakan kepada kami [Abu Bisyir Bakar bin Khalaf] dan [Abu Bakar bin Khallad Al Bahili] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa’id] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepadaku [ayahku] dari [Abu Ya’la] dari [Ar Rabi’ bin Hutsaim] dari [Abdullah bin Mas’ud] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau membuat garis persegi empat dan menggaris tengah di persegi empat tersebut, dan membuat beberapa garis pada sisi garis tengah dari tengah garis tersebut serta satu garis di luar garis segi empat tersebut. Lalu beliau bersabda: “Tahukah kalian apakah ini?” para sahabat menjawab; “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Ini adalah manusia berada di garis tengah, sementara garis-garis ini (yang berada di sisinya) adalah rintangan-rintangan yang menghimpit -atau yang menggigitnya- dari segala tempat. Jika ia berbuat salah, maka ia akan terkena garis ini. Adapun garis segi empat yang mengitarinya adalah ajal yang mengelilinya. Dan garis yang berada di luar adalah cita-citanya.” Seperti itulah manusia. Angan-angannya Panjang. Islam  tak melarang umat islam berusaha memenuhi kehidupannya, janganlah apa yang kita lakukan itu lengah dari urusan akhirat. Ajal selalu membatasi kita. Sebesar apapun usaha kita di dunia, pesannya ingatlah selalu akhirat. Artinya,  urusan dunia untuk akhirat, untuk itu hidup dalam kondisi keimanan, husnul khotimah.

Imam Ahmad diriwayatkan dari Abdillah bin Abbas. Rosul menggambar 4 garis lurus-lurus diatas tanah. Lalu rosul bertanya pada sahabat. Untuk apa saya menggambar 4 garis itu? para sahabat menjawab; ” hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Maka rosul menyampaikan, 4 garis itu sebaik-baiknya perempuan ahli surga, yaitu Khadijah, fatimah, Maryam dan Asyiah. Tujuan yang Digambar rosul yaitu mengajarkan tidak secara lisan tapi memberikan gambar yang jelas tentang keempat perempuan tersebut. Agar lebih melekat dalam ingatan para sahabat maka rosul dengan cara menggambar. Walaupun begitu,  rosul  menyampaikan pelajaran kepada sahabat dengan secara lisan juga.

Hikmah yang dapat kita ambil dari metode yang diterapkan oleh rosulullah di atas yaitu,  kita bisa mencontoh cara rosul dengan papan tulis atau power point yang sesuai dengan kecakapan yang kita miliki. Menerangkan dengan cara ikhlas dan kebaikan in syaa allah menjadi bekal kita semuanya saat mengajarkan ilmu kepada anak-anak. Apa yang dilakukan rosul dengan menggambar di atas debu itu karena pada zaman rosul belum ada alat yang modern seperti saat ini. Gambaran ini semakin memperkarya kita dalam penyampaikan ilmu kepada anak didik. Bayangkan rosulullah pada zaman jahiliyah sudah menerapkan metode yang luar biasa, maka kita dapat memodifikasi cara-cara beliau tersebut agar anak didik lebih mudah memahami materi yang kita sampaikan. Disamping itu rosul juga tetap menyampaikan pelajaran secara lisan. Dengan demikian, ada kombinasi yaitu gambar dan lisan agar semakin menancap dan memudahkan pemahaman kepada para siswa. Semoga paparan ini semakin memperkaya ilmu kita dalam menyiapkan calon pemimpin bangsa.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.