Menarik sekali mengikuti paparan sekolah-sekolah yang mengikuti program presisi pada kegiatan webinar yang dilakukan oleh KEMDIKBUD RI. Sharing pembelajaran berbasis proyek yang mendekatkan siswa dengan kondisi sekitarnya. Pembelajaran kontekstual ini berdampak baik bagi masyarakat di sekitarnya. Siswa tertantang untuk mencari sendiri sumber belajar tidak hanya dari buku tapi juga dari alam. Program ini mampu membuat siswa berproses dan menjadikan mandiri. Misal, botol minuman menjadi ecogreen, pengolahan kompos, dan limbah tanaman jangung yang ada di sekitar tempat tinggal siswa. Program ini tidak fokus pada hasil pembelajaran tetapi lebih pada prosesnya, proses siswa belajar dari lingkungannya. Program ini juga berkolaborasi dengan bidang studi yang lain.

Bagaimana pelaksanaanya? Sekolah berkoordinasi dengan guru-guru berkaitan dengan proyek ini karena pembelajaran tersebut lintas pembelajaran. Guru mengajak siswa untuk menganalisis kondisi di sekitar tempat tinggalnya. Ini melatih kepekaan siswa terhadap permasalahan-permasalah di sekitarnya. Menunjukkan bahwa masalah di sekitar tempat tinggal siswa itu banyak, bagaimana siswa mampu sedikit membantu memberikan solusi berkaitan permasalahan tersebut. Misalnya, masalah sampah, taman RT yang tidak terawat, ibu-ibu rumah tangga yang menganggur, atau dampak pandemi anak-anak sekitar tempat tinggal sering ke warkop untuk akses Wifi.

Siswa kemudian menganalisis permasalahan di lingkungan. Guru membimbing dan mengarahkan siswa untuk mendapatkan solusi. Guru memantik siswa dengan pertanyaa-pertanyaan sehingga menemukan solusinya. Sudah saatnya pembelajaran itu mendekatkan anak dengan masalah yang sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya pintar memilih jawaban yang tepat dan sekedar teori saja. Bagaimana, tertarik menerapkannya di sekolah Anda?

 

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.