Masih ingat atau barangkali malah belum pernah menyaksikan film The Karate Kid? Film yang dibintangi oleh Jackie Chan dan Jaden Smith ini kembali diputar salah satu stasiun TV swasta, TransTV, pada 14 Mei 2021. Proses pemaknaan dan pencarian hikmah dibalik tayangan film selalu memberikan inspirasi. Walaupun mayoritas film merupakan karya fiksi, akan tetapi tidak bisa dipungkiri setiap film mengandung pelajaran hidup yang bisa dipetik hikmahnya. Film-film yang menyampaikan pesan-pesan bagus biasanya tergolong film yang sukses. Pasalnya tidak hanya menyuguhkan hiburan semata, tapi lebih dari itu. Ada pesan yang hendak disampaikan kepada penontonnya.

 

Seperti halnya film The Karate Kid ini, saya memperhatikan sosok guru di dalamnya. Kebetulan saya seorang guru, film ini mencuri perhatian saya untuk mengamati sosok guru Jackie Chan (Pak Han) dan Yu Rongguang (Guru Li).  Dua guru ini memiliki karakter yang berbeda dalam mendidik muridnya. Sosok Pak Chan, senantiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran dan sportivitas serta memahamkan sejatinya Kung Fu kepada Jaden Smith (Dre). Menyiapkan Dre, muridnya dalam menghadapi turnamen dengan latihan rutin. Pak Han, tidak menarget muridnya untuk menjadi pemenang atau harus juara, akan tetapi senantiasa menghargai usaha yang telah dilakukan sang murid.

 

Sementara itu Guru Li dalam film ini digambarkan sebagai sosok guru yang menargetkan muridnya harus menjadi pemenang, harus juara meskipun dengan cara curang. Ini terlihat saat turnamen, sang murid menyatakan bahwa dirinya tak akan sanggup melawan Dre. Akan tetapi Guru Li, memberikan trik licik. Awalnya Guru Li tidak menarget menang, tapi dia berpesan kepada muridnya agar melukai atau membuat Cidera tokoh Dre dalam film tersebut. Sang muridpun berhasil membuat kakinya Dre cidera dan disarankan untuk tidak melajutkan pertandingan. Tentu saja ini membuat Guru Li bahagia, muridnya berhasil menang.

 

Pak Han menghibur Dre agar tidak melanjutkan pertandingan lagi mengingat kondisi kaki muridnya yang cidera. Namun, kata-kata yang sebelumnya diajarkan dan ditanamkan pada diri Dre telah terinternalisasi sehingga terjadi perdebatan. Dre mengulang kembali kata-kata yang selalu diucapkan oleh gurunya, Pak Han. Berdasarkan kisah keempat tokoh di atas, sosok guru dan murid begitulah yang umum terjadi di dalam kehidupan nyata. Sosok guru yang baik akan melahirkan murid-murid yang baik. Karena apa yang diajarkan itulah yang menancap dalam memori murid. Selanjutnya murid akan menirunya. Oleh karena itu, penting bagi orangtua memilihkan sekolah yang tepat dengan guru-guru yang berakhlaqul karimah. Salah memilih sekolah dan guru akan berpengaruh sepanjang hayat bagi anak-anak.

Semoga sosok guru di Indonesia merupakan guru yang amanah. Guru yang menjunjung tinggi kejujuran, tidak hanya fokus pada hasil dan angka di atas kertas. Nilai bagus tidak menjamin kesuksesan murid jika diperoleh dengan jalan yang salah, justru sebaliknya, guru telah mengantarkannya ke gerbang kehancuran masa depannya. Profesi guru merupakan profesi strategis untuk memperbaiki generasi Indonesia menjadi lebih baik, lebih berkualitas, dan bermartabat. Tak hanya menjadi generasi yang pintar dan sukses, tapi merugikan orang lain seperti kisah film The Karate Kid. Sukses tapi dengan mencelakai orang lain. Semangat Guru Indonesia!

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.