Jumat pagi ini, alhamdulillah diingatkan kembali agar bisa tidur menjadi lebih berkualitas. Tidak jarang kan dari kita yang merasa tidur seharian tapi tubuh tidak lebih baik, tidak lebih segar, malah bertambah sakit semuanya. Kira-kira kenapa ya?

Beberapa hal yang bisa kita lakukan sebelum tidur, di antaranya;

  1. membersihkan tempat tidur terlebih dahulu. Ada hadist yang menjelaskannya. Barangkali ada kotoran dan jin-jin yang ada di situ.
  2. memiringkan tubuh kea rah kanan
  3. Baca tri kul. Ayat kursi, membaca doa tidur. Dan mengusapkan tangan ke wajah sampai kaki
  4. lampu dalam keadaan mati supaya lebih rileks.

Kalau kita mempelajari bagaimana rosulullah mengatur waktu tidurnya, beliau justru bangun di malam hari, yaitu di 1/3 malam akhir. Tidak tidur sampai pagi. Sebagaimana kita ketahui rosulullah memilliki aktivitas yang sangat padat. Rosullullah biasanya tidur di awal waktu. Karena rosul juga bangun di awal waktu. Sehingga waktu malam tidak dihabiskan untuk tidur saja.

Dikisahkan turunnya Surat Al muddassir (Orang-orang yang berselimut) ini, rosulullah tengah berada di kondisi yang luar biasa sulit dalam berdakwah.  Sulitnya mengajak orang-orang memeluk islam dan berdakwah di jalan Allah memerangi kaum kafir. Ternyata dibalik kesulitan tersebut Allah menunjukkan  supaya rosul memiliki kekuatan ruhiyah. Kekuatan inilah yang memberikan sikap khusnudzon bahwa perjuangan umat islam pasti akan menang. Musuh-musuh akan dihancurkan oleh orang-orang cinta qiyamul lail.

Beberapa hal yang bisa menjadi penyemangat kita untuk bangun di 1/3 mala terakhir, yaitu

  1. qiyamul lail itu kebiasaan orang-orang sholih
  2. membuat kita sehat. Otak lebih segar. 1/3 malam oksigennya bersih.
  3. dosa dan kesalahan kita diampuni oleh Allah SWT.
  4. mendapatkan pahala dan keutamaan disisi Allah.

Berdasarkan kisah turunnya surat Al Muddassir tersebut, sungguh realistis dengan kondisi kita saat ini sebagai seorang guru. Jika bukan karena hidayah dari Allah SWT maka apa yang kita sampaikan kepada siswa-siswi kita akan mental, akan sia-sia saja. Ibarat melukis di atas air. Allahlah yang menggerakkan semuanya menjadi mungkin dan indah. Oleh karena itu, ingatlah, setiap malam ada hak-haknya Allah. Aktivitas dimulai dari qiyamul lail disambung dengan sholat subuh berjamaah, dzikir sampai datangnya (syuruf) kemudian sholat sunnah 2 rakaat (sholat sunnah syuruf) boleh dikerjakan di rumah. Syaratnya tidak aktivitas lain diantara dzikir, misalnya ngobrol atau rebahan. Harus fokus dzikir. Sebagaimana sabda rosulullah dalam hadist yang diriwayatkan Tarmidzi,

تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Dari Anas bin Malik RA dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang sholat subuh berjamaah, kemudian dia duduk, dalam riwayat lain: dia menetap di masjid, untuk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian dia sholat dua rakaat, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala haji dan umrah, sempurna sempurna sempurna.” (HR Tirmidzi).

Keutamaan dalam hadits ini lebih dikuatkan dengan perbuatan Nabi SAW dari Jabir bin Samurah RA :”Bahwa Rasulullah SAW apabila selesai melaksanakan sholat Shubuh, rosul duduk (berdzikir) di tempat beliau sholat sampai matahari terbit dan meninggi.” (HR Muslim dan Tirmidzi).

Kebiasaan yang juga dilakukan oleh rosul yaitu senantiasa dalam ibadah paginya, memberikan wasiat atau nasihat kepada sahabat. Rosulullah menganjurkan rumah-rumah itu ramai, menyedot malaikat ke dalam rumah kita dan rumah kita itu  bercahaya. Rosul juga mengajarkan sholat sunnah 2 rakaat dulu di rumah kemudia sholat subuhnya di masjid/mushollah.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.