Program baru digagas oleh SEAMEO QITEP in Languange dengan meluncurkan Klub Literasi Sekolah (KLS). Dengan bersinergi, menggandeng Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Perguruan tinggi, Dinas Pendidikan Provins, Perpustakaan Nasional, sekolah, pegiat literasi, media massa, serta institusi lainnya yang berkaitan dengan KLS.

Program  KLS ini  juga bekerja sama dengan Perguruan Tinggi di Indonesia, yaitu  Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Al Azar Indonesia, dan universitas lainnya untuk menyelenggarakan KLS. Klub Literasi Sekolah (KLS) memberikan harapan baru untuk kemajuan pendidikan di Indonesia karena masih rendahnya kecakapan literasi murid-murid di Indonesia. Rektor UPI, M. Solehuddin,  dalam sambutannya pada peluncuran KLS yang disiarkan langsung oleh chanel KEMDIKBUD RI, menyampaikan harapannya bahwa KLS ini nantinya  mengembangkan kecakapan hidup siswa dalam literasi,   kecakapan abad 21, serta kemampuan berbahasa asing. Peluncuran Klub Literasi Sekolah ini ditandai dengan pemutaran video. Dalam slide video yang ditayangkan tersebut berisi tujuan, aktivitas, serta produks KLS. Berikut penjelasannya, tujuan Klub Literasi Sekolah antara lain;

  1. Meningkatkan kemampuan literasi
  2. Meningkatkan kemampuan membaca teks
  3. Meningkatkan kemampuan 4C (Comunication, Collaboration, Critical Thinking, dan Creativity)
  4. Mewujudkan merdeka belajar dan Kampus Merdeka
  5. Membiasakan siswa membaca, memahami, dan mengintrepretasikan hasil bacaannya
  6. Meningkatkan kemampuan bahasa asing siswa
  7. Implementasi kerjasama dengan pemangku kepentingan terkait
  8. Meningkatkan aktivitas membaca yang menyenangkan
  9. Memperluas jejaring kerja SEAQIL

Aktivitas dan produk yang akan dihasilkan meliputi;

  1. Membaca dan bedah buku/diskusi, produk yang dihasilkan karya tulis.
  2. Pertunjukkan seni, produk yang dihasilkan video storytelling/drama/film pendek
  3. Menulis kreatif; karya sastra/jurnalistik, produk yang dihasilkan karya sastra dan tulis, jurnalistik/reportase.

KLS  ini melibatkan mahasiswa sebagai pendamping. Setelah melalui proses seleksi dan mekanisme pelaksanaan pelatihan bagi pelatih, SEAQIL meluluskan 307 mahasiswa dari 18 perguruan tinggi sebagai mahasiswa pendamping KLS, penggerak literasi di sekolah. Sementara  sekolah yang telah terdaftar dan siap melaksanakan program KLS ini berjumlah 69 sekolah menengah/sederajat yang berada di bawah naungan dinas pendidikan di 12 provinsi di Indonesia: Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Sukses pendidikan Indonesia.

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.