Pandemi Covid-19 sangat luar biasa pengaruhnya terhadap ekonomi keluarga masyarakat Indonesia. Banyak perusahaan melakukan efisiensi. Akibatnya, banyak keluarga mengalami kesulitan dari segi ekonomi. Budidaya ikan dalam ember (budikdamber) seperti lele merupakan salah satu cara yang bisa dicoba di tengah ekonomi yang sedang sulit ini. Lele dipilih karena cara pemeliharaannya yang mudah dan cepat dipanen. Meliput kegiatan budikdamper beberapa waktu yang lalu, 18 April 2021 di rumah salah satu warga di kota Sidoarjo. Warga menuturkan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam budikdamper cukup murah dan mudah didapat.

Berikut bahan-bahan yang diperlukan;

  1. Siapkan ember ukuran 70 liter
  2. Bibit ikan lele
  3. Arang
  4. Batang tanaman kangkung.

Pada gambar di atas, tampak tanaman kangkung diletakkan di atas ember dengan memanfaatkan gelas bekas minuman air mineral. Menanam kangkung dengan prinsip akuaponik. Menurut warga, kawat yang melingkari ember itu opsional/pilihan saja. Hal ini dilakukan warga karena di rumahnya banyak tikus agar tanaman kangkungnya selamat dari tikus. Dalam waktu dua bulan lele siap dipanen dari ukuran bibit lele 10 cm. Pemeliharaannya sangat mudah. Penggantian air dilakukan 3 kali seminggu agar lele tetap sehat dan airnya tidak berbau. Pemberian makanan berupa pelet diberikan satu hari sebanyak 3 kali. Perlu diperhatikan, air yang dipakai untuk budidaya lele merupakan air sumur, bukan air PDAM.

 

Tanaman kangkung di atas ember dapat menggunakan sisa batang kangkung yang berakar. Sementara bagian batang kangkung yang atas kita masak. Batang yang berakar tersebut lalu ditempatkan di gelas bekas air mineral dan ditimbun arang di atasnya.  Dalam kurun waktu sekitar 4 hari sudah muncul tunas kangkung. Kita bisa memanennya sekitar 14 sampai 20 hari. Pemeliharaan lele dalam ember dan akuaponik termasuk dalam program ketahanan pangan keluarga.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.