Sebagai seorang pendidik belajar dan mengembangkan kompetensi keilmuan merupakan sebuah tuntutan dan kewajiban. Salah satu program yang diluncurkan oleh Pusdatin kemdikbud yaitu PembaTIK. Pada PembaTIK ini terdiri atas 4 level.  Para pendidik yang bisa melewati setiap level berhak naik tingkat. Artinya, pendidik yang berhasil malalui ujian di level 1 maka berhak mengikuti level 2, begitu selanjutnya.

 

Kegiatan Belajar 1
Pemahaman TIK Sebagai Syarat Merdeka Belajar

A. Merdeka Belajar

Pada setiap level, disajikan modul yang harus dipelajari dan dikuasai oleh guru. Pada PembaTik level 1 misalnya, ada 2 kegiatan besar yang harus yaitu memahami konsep merdeka belajar dan sumber belajar digital. Merdeka belajar menghadirkan sebuah konsep untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk sebebas-bebasnya belajar dengan nyaman dan tanpa adanya paksaan. Siswa tidak lagi selalu belajar di dalam ruang kelas saja. Guru dapat mengajaknya belajar di luar kelas. Selain itu dalam konsep merdeka belajar tidak ada lagi sistem ranking yang cenderung membuat siswa dan orangtua tertekan jika anaknya berada di posisi bawah. Merdeka belajar ini terbagi dalam beberapa tahapan atau episode;

  1. Episode I, yaitu Pada Episode 1 Kemendikbud menetapkan 4 pokok kebijakan, yaitu :
    a) Ujian Nasional (UN) akan digantikan oleh Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei
    Karakter. Asesmen ini menekankan kemampuan penalaran literasi dan numerik yang
    didasarkan pada praktik terbaik tes PISA.
    b) Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akan diserahkan ke sekolah.
    c) Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
    d) Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB), sistem zonasi diperluas (tidak termasuk
    daerah 3T).
  2. Episode II, yaitu Kampus Merdeka, dengan pembukaan program studi baru, sistem akreditasi PT, PTN Badan Hukum, dan hak belajar 3 semester diluar prodi.
  3. Episode III, yaitu Kemendikbud mengubah mekanisme bantuan dan
    Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tahun anggaran 2020. Prinsip penggunaan dana BOS pada tahun 2020 adalah fleksibilitas, yakni menyesuaikan kebutuhan sekolah, misalnya untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer di sekolah yang bersangkutan.
  4. Episode IV, yaitu terkait Program Organisasi Penggerak (POP) dengan memberdayakan organisasi masyarakat dalam membangun Sekolah Penggerak.
  5. Episode V, yaitu Program Guru Penggerak.
  6. Episode VI, yaitu “Transformasi Dana Pemerintah untuk Pendidikan Tinggi” agar mampu melahirkan generasi yang memiliki talenta-talenta yang mampu bersaing ditingkat dunia.
  7. EpisodeVII, yaitu Program Sekolah Penggerak dengan enam profil pelajar pancasila.
  8. Episode VIII, yaitu SMK Pusat Keunggulan

 

B. Sumber Belajar Digital

Pada dasarnya kegiatan belajar merupakan hasil interaksi antara seseorang dengan sumber belajar. Sumber belajar dalam buku Media Pendidikan edisi revisi 2020, dinyatakan dapat dikelompokkan pada tiga bagian, yakni orang (meliputi guru, dosen,widyaiswara, pamong, tutor, fasilitator, dsb), media (cetak dan non cetak, termasuk elektronik dan internet), serta  lingkungan. Selanjutnya, lingkungan ini dapat berupa sesuatu yang memang dirancang sebagai bahan belajar, dapat juga sesuatu yang tidak dirancang untuk belajar, namun dapat digunakan untuk belajar. Pusat sumber belajar (PSB) merupakan  berbagai sumber belajar yang dirancang tersebut dikumpulkan atau dipusatkan pada suatu tempat kemudian dikelola, dan dimanfaatkan untuk melayani orang untuk belajar. Fungsi Pusat Sumber Belajar digital ada 7 di antaranya; 1). Penyimpanan (collecting), 2). Pelayanan(serving), 3). Penyajian (presenting), 4). Pengembangan (developing), 5). Pelatihan (training), 6). Pembaruan (innovating), 7). Berbagi (sharing).

 

Versi lebih lengkapnya berkaitan dengan uraikan di atas dapat diunduh pada link di bawah ini.

KB1 Modul1_ Merdeka Belajar dan Sumber Belajar Digital

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.